Darurat Karhutla di Sumatera: Ribuan Hektare Lahan Terbakar, Asap Pekat Selimuti Wilayah dan Satgas Berjibaku Padamkan Api
JAKARTA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera kembali menjadi sorotan tajam publik dan viral di media sosial. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ribuan hektare lahan di berbagai provinsi di Sumatera hangus dilalap si jago merah di tengah musim kemarau panjang.
Kondisi ini memicu kekhawatiran meluasnya kabut asap tebal yang dapat mengancam kesehatan masyarakat serta menghambat aktivitas penerbangan dan darat.
Ribuan Titik Kebakaran dan Lu Lahan Terdampak
Berdasarkan laporan penanganan karhutla, beberapa wilayah di Sumatera mengalami dampak terparah akibat akumulasi titik panas (hotspot) yang melonjak drastis:
- Sumatera Selatan (Sumsel): BPBD mencatat telah terjadi ribuan kejadian karhutla di wilayah ini. Titik-titik api besar terpantau meluas di beberapa kabupaten, termasuk kawasan rawa gambut dan lahan mineral seperti di Ogan Ilir, Muara Enim, hingga area konservasi.
- Jambi: Luas lahan yang terbakar tercatat mendekati angka 3.000 hektare, dengan tim satgas yang terus berkejaran dengan waktu untuk memadamkan sisa titik api aktif.
- Riau: Wilayah ini juga tidak luput dari kepungan asap dan puluhan titik api baru yang muncul di beberapa kawasan perkebunan serta lahan gambut.
Kendala Berat di Lapangan: Karakteristik Gambut dan Asap Pekat
Proses pemadaman yang dilakukan oleh Satgas Darat dan Satgas Udara menemui tantangan yang luar biasa berat. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengungkapkan bahwa memadamkan api di lahan gambut jauh lebih rumit dibanding lahan biasa.
"Ini adalah gambut. Gambut ketika sudah terbakar, itu tidak dengan mudah dapat dipadamkan. Pertama, api bisa dipadamkan di permukaan, tetapi 2, 4, 10 meter ke dalam itu belum tentu," ujar pihak BNPB menjelaskan karakter bara api bawah tanah yang sulit mati.
Selain itu, operasi water bombing (pengeboman air dari udara) sering kali terkendala jarak pandang pilot yang sangat terbatas akibat pekatnya kepulan asap di atas lokasi kebakaran.
Pengerahan Ribuan Personel Gabungan
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ribuan personel gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dikerahkan langsung ke titik-titik isolasi api.
- Pengerahan Satgas Darat: Ribuan personel disebar ke Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau untuk membuat sekat bakar serta memadamkan api secara manual menggunakan pompa air portabel.
- Operasi Udara: Helikopter patroli dan armada water bombing dikerahkan secara masif untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi, mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat buruknya kualitas udara, serta menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang sering menjadi pemicu utama bencana musiman ini.
Bagaimana pemantauan kualitas udara di daerah Anda saat ini akibat dampak karhutla tersebut?
Comments
Post a Comment